Profil Senyawa Terpenoid Daun Bangkal (Nauclea subdita) Berdasarkan Analisis Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS)

  • Rahmatul Jannah Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Gunawan Gunawan Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Keywords: bangkal; daun; fitokimia; GC-MS; terpenoid.

Abstract

Tumbuhan obat tropis merupakan sumber penting senyawa bioaktif alami, namun banyak spesies lokal Indonesia yang belum memiliki data fitokimia komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil senyawa metabolit sekunder daun bangkal (N. subdita) dengan fokus pada keberadaan terpenoid serta potensi biologisnya. Analisis dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dengan sistem headspace pada kolom HP-5MS UI dan identifikasi senyawa berbasis pustaka NIST20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bangkal didominasi oleh senyawa terpenoid, terutama neophytadiene dan squalene sebagai komponen utama, disertai keberadaan phytol dan vitamin E. Selain itu, terdeteksi pula asam lemak, senyawa organosulfur, serta fitosterol dalam proporsi lebih rendah. Dominasi terpenoid mengindikasikan bahwa daun bangkal berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang relevan, khususnya terkait aktivitas antioksidan dan proteksi terhadap stres oksidatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun bangkal memiliki komposisi kimia yang mendukung pemanfaatan farmakologis, sehingga direkomendasikan penelitian lanjutan berupa isolasi dan karakterisasi senyawa aktif, pengujian bioaktivitas kuantitatif, serta evaluasi aspek keamanan untuk mendukung pengembangan aplikasi pada bidang farmasi, kosmetik, dan pangan fungsional.

Published
2026-07-20