Willingness to Accept Petani terhadap Implementasi Label Keamanan Pangan: Pendekatan Discrete Choice Experiment pada Komoditas Cabai Merah di Kabupaten Karo

  • Dian Hendrawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Tavi Supriana Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Rulianda P Wibowo Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Lindawat Lindawat Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Sumatera Utara
Keywords: Willingness to Accept; label keamanan pangan; Discrete Choice Experiment

Abstract

Peningkatan kekhawatiran terhadap residu pestisida pada hortikultura mendorong perlunya standar dan label keamanan pangan yang kredibel. Namun, keberhasilan implementasi label sangat bergantung pada kesediaan petani untuk memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang menyertainya. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penentu willingness to accept (WTA) petani cabai merah di Kabupaten Karo terhadap penerapan label keamanan pangan, serta mengestimasi besaran WTA menggunakan pendekatan Discrete Choice Experiment (DCE) dengan model mixed logit. Sebanyak 265 petani berpartisipasi dalam 12 tugas pilihan yang dirancang menggunakan D-optimal Bayesian design. Atribut yang diuji meliputi keuntungan bersih, risiko produksi, beban administrasi, dan manfaat kesehatan–lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa risiko produksi dan beban administrasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utilitas alternatif berlabel sehingga meningkatkan WTA, sementara manfaat kesehatan–lingkungan berpengaruh positif dan menurunkan WTA. Efek keuntungan bersih menunjukkan pola diminishing marginal utility pada level insentif yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya desain kebijakan yang mengombinasikan insentif finansial, pengurangan risiko produksi, serta penyederhanaan proses sertifikasi untuk menurunkan WTA ke tingkat yang dapat dikelola petani. Dukungan teknis melalui penerapan IPM/GAP, digitalisasi administrasi, dan kemitraan pasar menjadi strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan adopsi label keamanan pangan secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan label keamanan pangan yang lebih efektif dalam konteks hortikultura Indonesia.

Published
2026-07-20