Respon Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Ireng-Ireng Pada Tanaman Di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember

  • Ari Septianingtyas Purwandhini Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Jember, Jember
  • Deddy Kurniawan Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Jember, Jember
  • Endang Wahyu Pudjiastutik Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Jember, Jember
Keywords: adopsi inovasi; pupuk organik; respon petani; usahatani

Abstract

Penurunan kesuburan tanah dan meningkatnya biaya produksi akibat ketergantungan pada pupuk kimia mendorong pengembangan pupuk organik lokal sebagai alternatif berkelanjutan di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon petani terhadap penggunaan pupuk Ireng-Ireng pada tanaman, meliputi aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer dari 50 petani responden. Analisis dilakukan melalui tabulasi skor menggunakan skala 1–3 untuk mengukur tingkat respon, kemudian dihitung dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani berada pada kategori tinggi pada ketiga aspek, dengan dominasi kategori tinggi pada aspek kognitif (84%), afektif (97%), dan konatif (89%). Mayoritas petani memiliki pengetahuan yang baik, sikap positif, serta telah menerapkan pupuk Ireng-Ireng dalam praktik usahatani, meskipun sebagian masih mengombinasikannya dengan pupuk kimia sebagai bentuk adaptasi bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pupuk Ireng-Ireng berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pupuk yang mendukung pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Diperlukan penguatan penyuluhan, pendampingan teknis terkait dosis dan waktu aplikasi, serta uji demonstrasi berkelanjutan guna meningkatkan keyakinan dan konsistensi penggunaan di tingkat petani.

Published
2026-07-20