Determinan Minat Generasi Muda Terhadap Profesi Petani: Studi Empiris Di Empat Sentra Produksi
Abstract
Sektor pertanian berkontribusi tinggi terhadap pendapatan Indonesia, namun minat generasi muda terhadap profesi ini menurun akibat persepsi penghasilan rendah dan terbatasnya akses lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan minat generasi muda terhadap profesi petani serta merumuskan strategi pengembangan di empat sentra produksi Sumatera Utara (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Langkat). Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain sequential explanatory, melibatkan survei AHP kepada 60 petani milenial dan wawancara mendalam kepada 40 informan kunci (Kepala Desa dan OPD). Hasil AHP menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan determinan paling dominan dengan bobot tertinggi (34,65%), diikuti pendidikan (16,79%), sosial ekonomi (15,74%), fasilitas (12,49%), teknologi (11,83%), dan motivasi (8,49%). Kebaruan penelitian ini terletak pada: (1) penerapan AHP simultan di empat kabupaten yang membuktikan bobot kelembagaan lebih dari dua kali lipat dibanding aspek pendidikan; (2) temuan bahwa motivasi menjadi aspek terendah karena variansinya kecil, sehingga kelembagaan menjadi faktor pembeda antara keberhasilan dan kegagalan petani muda; dan (3) integrasi AHP dan SWOT dengan pemetaan strategi spesifik per kabupaten. Analisis SWOT menempatkan posisi pengembangan pada kuadran Turn-Around (koordinat -0,91; 0,92), yang berarti kelemahan internal (kurangnya pengalaman, keterampilan, akses lahan dan modal) harus diminimalkan dengan memanfaatkan peluang eksternal (teknologi, dukungan pemerintah, lembaga pendidikan). Implikasi nyata yang direkomendasikan: di Deli Serdang perlu formalisasi kemitraan CSR perusahaan swasta dengan kelompok tani; di Serdang Bedagai wajib diterapkan kuota minimal 30% petani milenial dalam kepengurusan kelompok tani; di Karo perlu penguatan legalisasi dan manajemen keuangan kelompok informal berbasis kekerabatan; di Langkat diperlukan pelatihan dasar manajemen kelompok bagi pengurus yang baru terbentuk. Rekomendasi program prioritas mencakup Program Duta Petani Milenial Kabupaten, One Village One Young Farmer, Sekolah Lapang Kelembagaan, serta Insentif Kelembagaan Aktif untuk mendorong regenerasi petani dan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

