Identifikasi Mineral Tanah Andisol Dan Implikasinya Terhadap Retensi Fosfor Di Kawasan Food Estate

  • Tience Elizabet Pakpahan Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Zulkifli Nasution Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia, Indonesia
  • Mukhlis Mukhlis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia, Indonesia
  • Mariani Sembiring Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia, Indonesia
Keywords: Andisol; mineral kristalin, mineral non-kristalin, food estate

Abstract

Tanah Andisol yang berkembang dari abu vulkanik dikenal memiliki sifat fisik yang baik untuk pertanian, rendahnya produktivitas pertanian di kawasan Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi latar belakang dilakukannya studi ini, mengingat tanah Andisol di wilayah tersebut sebenarnya memiliki sifat fisik yang potensial.  Kondisi ini memberikan petunjuk adanya kendala kesuburan tanah yang berkaitan dengan karakteristik mineralogi tanah, terutama dominasi mineral liat non-kristalin amorf yang berperan dalam retensi fosfor tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi  mineral liat kristalin dan non-kristalin pada setiap horizon tanah Andisol. Penelitian dilakukan dengan survei lapangan dengan pembuatan profil tanah, diikuti analisis mineral menggunakan metode X-ray Diffraction (XRD) dilaboratorium LPPT UGM. Sampel tanah pada horizon dianalisis untuk menentukan kandungan fraksi mineral kristalin dan amorf. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pada profil tanah semakin dalam horizon, proporsi mineral kristalin semakin besar (15,5–54,8%) namun mineral non kristalin semakin kecil (84,5-15,5%). Mineral kristalin didominasi mineral kuarsa sedangkan mineral non kristalin didomiansi mineral alofan. Variasi distribusi mineral antar horizon mencerminkan perbedaan tingkat pelapukan dan deposisi bahan induk dalam profil tanah. Implikasinya pada pengelolaan lahan pada tanah dengan kandungan mineral liat non kristalin (amorf) yang dominan yakni  perlu menerapkan pemberian bahan organik, kapur dan penempatan pupuk pada titik tertentu. Hal ini perlu dilanjutkan dengan percobaan lapangan dan respon tanaman.

Published
2026-07-20