Seminar Nasional Fakultas Pertanian 2026 https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp <p>Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari produksi pangan menyebabkan konversi lahan pertanian ke non-pertanian sehingga lahan subur berkurang dan ketersediaan pangan menurun. Kondisi ini memicu masalah stunting akibat kekurangan gizi dan mengancam ketahanan pangan wilayah dan nasional yang meliputi ketersediaan, stabilitas, aksesibilitas, serta kualitas pangan. Pemerintah berkomitmen mewujudkan swasembada pangan melalui inovasi, teknologi, dan program prioritas beranggaran Rp139,4 triliun. Dalam mendukung hal tersebut, Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan Medan&nbsp; menggelar Seminar Nasional 2026, dengan tema,"<strong><em>Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045", </em></strong>yang seyogianya dilaksanakan pada Tanggal 20-21 Nopember 2025 di Universitas HKBP Nommensen Medan, diundurkan menjadi Tanggal, 11-12 Maret 2026.</p> en-US [email protected] (Dr. Hotden L Nainggolan SP, M.Si) [email protected] (Riska Elsa Sinaga, SP, M.Si) Mon, 20 Jul 2026 13:59:59 +0700 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Dan Jagung (Zea mays L.) Di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2247 <p>Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi (<em>Oryza sativa</em> L.) dan jagung (<em>Zea mays</em> L.) di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, di tengah penurunan produktivitas akibat alih fungsi lahan serta keterbatasan tanah seperti rendahnya ketersediaan air dan unsur hara. Survei lapangan, analisis tanah (tekstur, kedalaman, C-organik, KTK, pH), serta overlay SIG yang disesuaikan dengan kriteria BBSDLP menunjukkan bahwa kesesuaian aktual lahan tergolong cukup sesuai (S2) hingga sesuai marginal (S3), dengan faktor pembatas berupa kemiringan lereng, pH tinggi, dan rendahnya bahan organik. Kesesuaian potensial dapat meningkat menjadi S2 melalui upaya perbaikan seperti pengapuran dan pemupukan. Rekomendasi yang diberikan mendukung pengelolaan berkelanjutan guna meningkatkan produksi padi dan jagung.</p> Rafly Aditama Susilo, Siswanto Siswanto, Maroeto Maroeto ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2247 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0700 Respon Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Ireng-Ireng Pada Tanaman Di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2301 <p>Penurunan kesuburan tanah dan meningkatnya biaya produksi akibat ketergantungan pada pupuk kimia mendorong pengembangan pupuk organik lokal sebagai alternatif berkelanjutan di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon petani terhadap penggunaan pupuk Ireng-Ireng pada tanaman, meliputi aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer dari 50 petani responden. Analisis dilakukan melalui tabulasi skor menggunakan skala 1–3 untuk mengukur tingkat respon, kemudian dihitung dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani berada pada kategori tinggi pada ketiga aspek, dengan dominasi kategori tinggi pada aspek kognitif (84%), afektif (97%), dan konatif (89%). Mayoritas petani memiliki pengetahuan yang baik, sikap positif, serta telah menerapkan pupuk Ireng-Ireng dalam praktik usahatani, meskipun sebagian masih mengombinasikannya dengan pupuk kimia sebagai bentuk adaptasi bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pupuk Ireng-Ireng berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pupuk yang mendukung pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Diperlukan penguatan penyuluhan, pendampingan teknis terkait dosis dan waktu aplikasi, serta uji demonstrasi berkelanjutan guna meningkatkan keyakinan dan konsistensi penggunaan di tingkat petani.</p> Ari Septianingtyas Purwandhini, Deddy Kurniawan, Endang Wahyu Pudjiastutik ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2301 Mon, 20 Jul 2026 14:38:54 +0700 Resistensi Beberapa Genotipe Krisan Terhadap Spodoptera litura Fabricius (Lepidoptera: Noctuidae) https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2224 <p>Krisan (<em>Chrysanthemum </em>spp.) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga berpotensi dikembangkan secara komersial. Usaha budidaya bunga krisan tidak terlepas dari serangan hama yang mengakibatkan penurunan kualitas maupun kuantitas hasil panen. Penggunaan insektisida kimiawi telah dilakukan oleh petani dalam upaya pengendalian. Namun, penggunaan insektisida tersebut membutuhkan biaya yang mahal dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan tanaman genotipe tahan merupakan salah satu upaya pengendalian <em>S. litura </em>pada krisan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan sebelas genotipe krisan terhadap <em>S. litura. </em>Metode penelitian dilakukan dengan survei pengamatan langsung serangan <em>S. litura </em>pada lahan bunga krisan di desa Ajijulu, kecamatan Tiga Panah, kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pengamatan hama <em>S. litura </em>dilakukan pada sebelas genotipe krisan yaitu: Dewi ratih, Remix pink, Yoko, Limeron, Puspita nusantara, Krisan kulo, Ririh, Marimar, Tadisita, Azzura, dan Semifil. Variabel pengamatan meliputi intensitas serangan hama, dan persentase serangan hama. Hasil penelitian menunjukkan krisan Marimar dan Azzura tergolong tahan terhadap <em>S. litura </em>dengan rata-rata intensitas dan persentase serangan hama paling rendah serta bunga layak panen tertinggi. Limeron, Ririh, Marimar, Tadisita tergolong sangat rentan, Yoko dan Krisan kulo tergolong rentan. Dewi ratih, Remix pink, dan Puspita nusantara tergolong agak tahan.</p> Sempurna Ginting, Mimi Sutrawati, Yenny Sariasih ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2224 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0700 Profil Fitokimia Daun Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Analisis GC-MS https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2563 <p>Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan banyak tumbuhan berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif, namun informasi komprehensif mengenai kandungan kimia beberapa spesies lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil fitokimia daun limpasu (<em>Baccaurea lanceolata</em>) secara komprehensif serta mengelompokkan senyawa yang terdeteksi berdasarkan kelas kimianya. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Februari 2026 menggunakan sampel daun dewasa yang dianalisis melalui pendekatan metabolomik berbasis <em>Gas Chromatography-Mass Spectrometry</em> (GC-MS). Data kromatogram diolah dan ditabulasi untuk menentukan jenis senyawa, persentase area, serta klasifikasi metabolit sekundernya. Hasil analisis menunjukkan adanya 54 senyawa yang tergolong dalam berbagai kelas, dengan dominansi ester (42%), diikuti terpenoid (12%), asam lemak (7%), furan (4%), organosulfur, serta kelompok senyawa minor lainnya seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan steroid. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut mengindikasikan potensi biologis daun <em>B. lanceolata</em> yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan farmakologis lainnya, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai sumber bahan alam fungsional.</p> <p>&nbsp;</p> Putri Anggraini, Gunawan Gunawan ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2563 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0700 Profil Senyawa Terpenoid Daun Bangkal (Nauclea subdita) Berdasarkan Analisis Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS) https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2562 <p>Tumbuhan obat tropis merupakan sumber penting senyawa bioaktif alami, namun banyak spesies lokal Indonesia yang belum memiliki data fitokimia komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil senyawa metabolit sekunder daun bangkal (<em>N. subdita</em>) dengan fokus pada keberadaan terpenoid serta potensi biologisnya. Analisis dilakukan menggunakan <em>Gas Chromatography</em><em>-</em><em>Mass Spectrometry</em> (GC-MS) dengan sistem headspace pada kolom HP-5MS UI dan identifikasi senyawa berbasis pustaka NIST20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bangkal didominasi oleh senyawa terpenoid, terutama neophytadiene dan squalene sebagai komponen utama, disertai keberadaan phytol dan vitamin E. Selain itu, terdeteksi pula asam lemak, senyawa organosulfur, serta fitosterol dalam proporsi lebih rendah. Dominasi terpenoid mengindikasikan bahwa daun bangkal berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang relevan, khususnya terkait aktivitas antioksidan dan proteksi terhadap stres oksidatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun bangkal memiliki komposisi kimia yang mendukung pemanfaatan farmakologis, sehingga direkomendasikan penelitian lanjutan berupa isolasi dan karakterisasi senyawa aktif, pengujian bioaktivitas kuantitatif, serta evaluasi aspek keamanan untuk mendukung pengembangan aplikasi pada bidang farmasi, kosmetik, dan pangan fungsional.</p> Rahmatul Jannah, Gunawan Gunawan ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2562 Mon, 20 Jul 2026 18:48:00 +0700 Identifikasi Mineral Tanah Andisol Dan Implikasinya Terhadap Retensi Fosfor Di Kawasan Food Estate https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2009 <p>Tanah Andisol yang berkembang dari abu vulkanik dikenal memiliki sifat fisik yang baik untuk pertanian, rendahnya produktivitas pertanian di kawasan Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi latar belakang dilakukannya studi ini, mengingat tanah Andisol di wilayah tersebut sebenarnya memiliki sifat fisik yang potensial.&nbsp; Kondisi ini memberikan petunjuk adanya kendala kesuburan tanah yang berkaitan dengan karakteristik mineralogi tanah, terutama dominasi mineral liat non-kristalin amorf yang berperan dalam retensi fosfor tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi&nbsp; mineral liat kristalin dan non-kristalin pada setiap horizon tanah Andisol. Penelitian dilakukan dengan survei lapangan dengan pembuatan profil tanah, diikuti analisis mineral menggunakan metode X-ray Diffraction (XRD) dilaboratorium LPPT UGM. Sampel tanah pada horizon dianalisis untuk menentukan kandungan fraksi mineral kristalin dan amorf. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pada profil tanah semakin dalam horizon, proporsi mineral kristalin semakin besar (15,5–54,8%) namun mineral non kristalin semakin kecil (84,5-15,5%). Mineral kristalin didominasi mineral kuarsa sedangkan mineral non kristalin didomiansi mineral alofan. Variasi distribusi mineral antar horizon mencerminkan perbedaan tingkat pelapukan dan deposisi bahan induk dalam profil tanah. Implikasinya pada pengelolaan lahan pada tanah dengan kandungan mineral liat non kristalin (amorf) yang dominan yakni &nbsp;perlu menerapkan pemberian bahan organik, kapur dan penempatan pupuk pada titik tertentu. Hal ini perlu dilanjutkan dengan percobaan lapangan dan respon tanaman.</p> Tience Elizabet Pakpahan, Zulkifli Nasution, Mukhlis Mukhlis, Mariani Sembiring ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2009 Mon, 20 Jul 2026 20:35:58 +0700 Willingness to Accept Petani terhadap Implementasi Label Keamanan Pangan: Pendekatan Discrete Choice Experiment pada Komoditas Cabai Merah di Kabupaten Karo https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2526 <p>Peningkatan kekhawatiran terhadap residu pestisida pada hortikultura mendorong perlunya standar dan label keamanan pangan yang kredibel. Namun, keberhasilan implementasi label sangat bergantung pada kesediaan petani untuk memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang menyertainya. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penentu willingness to accept (WTA) petani cabai merah di Kabupaten Karo terhadap penerapan label keamanan pangan, serta mengestimasi besaran WTA menggunakan pendekatan Discrete Choice Experiment (DCE) dengan model mixed logit. Sebanyak 265 petani berpartisipasi dalam 12 tugas pilihan yang dirancang menggunakan D-optimal Bayesian design. Atribut yang diuji meliputi keuntungan bersih, risiko produksi, beban administrasi, dan manfaat kesehatan–lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa risiko produksi dan beban administrasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utilitas alternatif berlabel sehingga meningkatkan WTA, sementara manfaat kesehatan–lingkungan berpengaruh positif dan menurunkan WTA. Efek keuntungan bersih menunjukkan pola diminishing marginal utility pada level insentif yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya desain kebijakan yang mengombinasikan insentif finansial, pengurangan risiko produksi, serta penyederhanaan proses sertifikasi untuk menurunkan WTA ke tingkat yang dapat dikelola petani. Dukungan teknis melalui penerapan IPM/GAP, digitalisasi administrasi, dan kemitraan pasar menjadi strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan adopsi label keamanan pangan secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan label keamanan pangan yang lebih efektif dalam konteks hortikultura Indonesia.</p> Dian Hendrawan, Tavi Supriana, Rulianda P Wibowo, Lindawat Lindawat ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2526 Mon, 20 Jul 2026 21:04:55 +0700 Model Pertanian Terintegrasi Dalam Optimalisasi Produktivitas Pertanian Di Sumatera Utara https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2254 <p>Sistem pertanian terintegrasi adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan dan konservasi lingkungan. Namun, penerapan sistem pertanian terintegrasi di Sumatera Utara masih belum maksimal dan belum ada best practice penerapan pertanian terintegrasi yang melibatkan dua atau lebih sub sektor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumber daya eksisting dan untuk menemukan model integrasi pertanian (Integrated Farming Model) yang dapat mengoptimalkan produktivitas pertanian di Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa lokus yang sudah mengembangkan pertanian terintegrasi, yaitu di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan September-Desember 2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diambil dari kuesioner, wawancara, dan observasi langsung terkait dengan penerapan pertanian terintegrasi di Provinsi Sumatera Utara. Populasi penelitian ini meliputi masyarakat kelompok tani yang sudah mengimplementasikan sistem pertanian terintegrasi di lokus yang telah ditentukan. Dari penelitian ini, potensi sumber daya eksisting telah dipetakan di setiap lokus yang telah menerapkan pertanian terintegrasi, meliputi potensi pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Sepuluh model integrasi pertanian telah dibuat berdasarkan 5 basis sub sektor, yaitu sub sektor pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Model integrasi pertanian dengan pariwisata juga telah dapat dibuat yang mengintegrasikan perikanan, pertanian, edukasi, wisata, dan kuliner. Penelitian ini menunjukkan adanya aliran energi biomassa yang optimal dan juga peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Rekomendasi program lanjutan dari penelitian ini menjadi masukan kepada pihak terkait untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan sistem pertanian terintegrasi di Sumatera Utara.</p> Anton Parlindungan Sinaga, Silvia Darina, Jonni Sitorus, Maisarah Harahap, Syaiful Amri Saragih ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2254 Thu, 06 Aug 2026 23:25:34 +0700 Pengaruh Faktor-Faktor Produksi Terhadap Produksi Usaha Tani Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2513 <p>Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumillan Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Dari Bulan Desember 2025 Sampai Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor produksi apa saja yang mempengaruhi produksi kubis, Penelitian ini menggunakan SPSS <em>for Windows</em> untuk mengolah data. Pengambilan data dengan turun langsung ke lapangan dimulai dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 petani sebagai sampel penelitian. Dari pengolahan data menunjukkan hasil penelitian secara simultan variabel independen (luas lahan, benih, pestisida, dan tenaga kerja) secara bersama-sama mempengaruhi produksi kubis. Nilai <em>return to scale</em> hasil penjumlahan koefisien pangkat masing-masing <em>input</em> menunjukkan sebesar 1,512 artinya usaha tani kubis berada pada <em>Inceresing To Scale</em> artinya jika input ditingkatkan sebesar 1% secara proporsional maka hasil output akan meningkat lebih dari 1,512%.</p> Harianti Harianti, Nurhapsa Nurhapsa, Edi Kurniawan ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2513 Fri, 07 Aug 2026 08:03:54 +0700 Efektivitas Coretax Administration System Dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak: Studi Literatur Dengan Pendekatan Ekonomi Pertanian https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2309 <p>Transformasi digital dalam administrasi perpajakan menjadi prioritas strategis pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis efektivitas CoreTax Administration System dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pendekatan studi literatur. Analisis dilakukan dengan mensintesis berbagai penelitian mengenai digitalisasi perpajakan, perilaku kepatuhan, efisiensi administrasi, serta kualitas tata kelola sistem perpajakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi CoreTax meningkatkan kepatuhan melalui peningkatan akurasi pelaporan, penurunan biaya kepatuhan, peningkatan transparansi, dan efisiensi administrasi. Selain itu, penelitian ini juga memperluas pembahasan pada sektor pertanian sebagai konteks tambahan. Literatur menunjukkan bahwa kesiapan digital, dukungan kebijakan pemerintah, serta karakteristik wilayah agraris dan pedesaan berpengaruh terhadap efektivitas sistem administrasi perpajakan berbasis digital.</p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">&nbsp;</span></span></p> Ikbal Fadilah, Muhammad Jamil Latief ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2309 Fri, 07 Aug 2026 08:22:39 +0700 Determinan Minat Generasi Muda Terhadap Profesi Petani: Studi Empiris Di Empat Sentra Produksi https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2255 <p>Sektor pertanian berkontribusi tinggi terhadap pendapatan Indonesia, namun minat generasi muda terhadap profesi ini menurun akibat persepsi penghasilan rendah dan terbatasnya akses lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan minat generasi muda terhadap profesi petani serta merumuskan strategi pengembangan di empat sentra produksi Sumatera Utara (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Langkat). Penelitian menggunakan pendekatan <em>mixed-method</em> dengan desain <em>sequential explanatory</em>, melibatkan survei AHP kepada 60 petani milenial dan wawancara mendalam kepada 40 informan kunci (Kepala Desa dan OPD). Hasil AHP menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan determinan paling dominan dengan bobot tertinggi (34,65%), diikuti pendidikan (16,79%), sosial ekonomi (15,74%), fasilitas (12,49%), teknologi (11,83%), dan motivasi (8,49%). Kebaruan penelitian ini terletak pada: (1) penerapan AHP simultan di empat kabupaten yang membuktikan bobot kelembagaan lebih dari dua kali lipat dibanding aspek pendidikan; (2) temuan bahwa motivasi menjadi aspek terendah karena variansinya kecil, sehingga kelembagaan menjadi faktor pembeda antara keberhasilan dan kegagalan petani muda; dan (3) integrasi AHP dan SWOT dengan pemetaan strategi spesifik per kabupaten. Analisis SWOT menempatkan posisi pengembangan pada kuadran <em>Turn-Around</em> (koordinat -0,91; 0,92), yang berarti kelemahan internal (kurangnya pengalaman, keterampilan, akses lahan dan modal) harus diminimalkan dengan memanfaatkan peluang eksternal (teknologi, dukungan pemerintah, lembaga pendidikan). Implikasi nyata yang direkomendasikan: di Deli Serdang perlu formalisasi kemitraan CSR perusahaan swasta dengan kelompok tani; di Serdang Bedagai wajib diterapkan kuota minimal 30% petani milenial dalam kepengurusan kelompok tani; di Karo perlu penguatan legalisasi dan manajemen keuangan kelompok informal berbasis kekerabatan; di Langkat diperlukan pelatihan dasar manajemen kelompok bagi pengurus yang baru terbentuk. Rekomendasi program prioritas mencakup Program Duta Petani Milenial Kabupaten, <em>One Village One Young Farmer</em>, Sekolah Lapang Kelembagaan, serta Insentif Kelembagaan Aktif untuk mendorong regenerasi petani dan ketahanan pangan di Sumatera Utara.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> Anton Parlindungan Sinaga, Silvia Darina, Maisarah Harahap ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2255 Fri, 07 Aug 2026 17:31:51 +0700 Analisis Tren Indeks Ketahanan Pangan Di Karesidenan Madiun Tahun 2015 – 2024 https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2231 <p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang dinamis dan menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan pergerakan indeks ketahanan pangan di wilayah Karesidenan Madiun untuk memberikan gambaran empiris mengenai dinamika pangan wilayah tersebut. Ruang lingkup penelitian mecakup enam wilayah administrasi di Madiun Raya dengan periode pengamatan tahun 2015 – 2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis deret waktu dan analisis tren linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh wilayah di Karesidenan Madiun memiliki tren positif dengan koefisien regresi bernilai lebih besar dari nol. Kabupaten Ngawi memiliki laju peningkatan tertinggi akibat optimalisasi produksi padi, sementara Kota Madiun memiliki tren paling stbail karena kondisi ketahanan pangan yang sudah berada pada level tertinggi. Meskipun terdapat fluktuasi regional pada periode 2017 – 2018 akibat faktor cuaca, pola pemulihan tajam terlihat secara kolektif pada periode 2022 – 2024. Berdasarkan hasil penelitian, Karesidenan Madiun memiliki resiliensi pangan yang baik dengan pola pertumbuhan yang bervariasi sesuai karakteristik wilayah. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penguatan sinergi logistik antarwilayah dan perlindungan lahan pertanian produktif untuk menjaga stabilitas tren jangka panjang.</p> Sebtiani Dwi Rahmawati, Prasmita Dian Wijayati, Noor Rizkiyah ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2231 Fri, 07 Aug 2026 17:42:04 +0700 Analisis Pengembangan Produk Pangan Organik Untuk Meningkatkan Keanekaragaman Pangan Di Sumatera Utara https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2324 <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi produk pangan yang berpotensi dikembangkan melalui sistem organik serta merumuskan arah pengembangannya untuk mendukung penganekaragaman pangan di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen dan kajian literatur terhadap lima kabupaten, yaitu Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, dan Toba Samosir. Data dianalisis secara tematik dan komparatif berdasarkan aspek sumber daya lokal, komoditas, hilirisasi, pasar, kelembagaan, kebijakan, dan keberlanjutan, kemudian dipertajam dengan analisis SWOT. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi pengembangan beras, hortikultura, buah-buahan, dan berbagai pangan lokal melalui pendekatan organik, tetapi tingkat kesiapan setiap wilayah berbeda. Kendala utama meliputi rendahnya hilirisasi, keterbatasan teknologi pascapanen dan modal, ketidakpastian pasar, lemahnya standardisasi dan sertifikasi, kapasitas kelembagaan yang belum optimal, serta tekanan alih fungsi lahan. Produk yang paling prospektif untuk dikembangkan meliputi beras organik di Serdang Bedagai dan Toba Samosir, hortikultura di Karo dan Deli Serdang, serta produk olahan berbasis sumber daya lokal di Langkat, Karo, dan kawasan Danau Toba. Kajian ini menunjukkan bahwa pengembangan pangan organik tidak cukup dilakukan melalui peningkatan produksi primer, tetapi memerlukan pendekatan rantai nilai dan diferensiasi berbasis wilayah. Strategi prioritas meliputi penguatan kawasan produksi, hilirisasi, jaminan mutu dan sertifikasi, kepastian pasar, penguatan kelembagaan, perlindungan lahan, serta integrasi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif.</p> Silvia Darina, Jonni Sitorus, Anton Parlindungan Sinaga ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/semnas-fp/article/view/2324 Sat, 15 Aug 2026 23:50:44 +0700