HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA KOTA MEDAN YANG MENGIKUTI KULIAH ONLINE
Abstract
Pandemi covid-19 membuat banyak aktivitas harus dilakukan dirumah, salah satunya yang hingga kini terus dilakukan adalah belajar dirumah. Banyak perguruan tinggi di kota Medan yang menerapkan sistem kuliah online atau e-learning. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan keterampilan belajar berupa self-regulated learning. Salah satu hal yang mempengaruhi self-regulated learning adalah Self-Efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Efficacy dengan Self-Regulated Learning mahasiswa di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 272 mahasiswa di Kota Medan yang diambil dengan metode Stratified Sampling. Tenik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah product moment. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Self-Efficacy dengan Self-Regulated Learning sebesar 0,560 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,05).
References
Bandura, A. (1997).
Self-Efficacy The Exercise of Control. New York: Freeman.
Dabbagh, N. & Bannan-Ritland, B. (2005). Online learning: Concept, strategies, and application. New Jersey: Pearson education, Inc.
Fudyartanto. (2002). Psikologi Pendidikan. Jogjakarta: Global Jakarta.
Jagad, H. K. M., & Khoirunnisa, R. N. (2018). Hubungan antara Efikasi Diri dengan Self Regulated Learning pada Siswa SMPN X. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 5(3).
Prawira, P. A. (2014). Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Putry, N., Armen., & Putri, D.H. (2017). Hubungan Kemampuan Self-Regulated Learning Dengan Hasil Belajar IPA Siswa SMPN 3 Padang. Jurnal Biosains, 1(2), 210-216.
Savira, F., & Suharsono, Y. (2013). Self-Regulated Learning (Srl) Dengan Prokrastnasi Akademik Pada Siswa Akselerasi. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 1(1).
Sunaryo, Y. (2017). Pengukuran Self-Efficacy Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Mts N 2 Ciamis. Teorema, 1(2), 39-44.
Spitzer, T. (2000). Predictor of College Success: A Comparison of Traditional and Contarditional Age Students. Naspa Journal, 38, 82-89.
Zimmerman, B. J. (1990). Self-Regulated Learning and Academic Achievement: An Overview. Journal of Educational Psychology, 25(1), 3-17. doi: 10.1207/ s15326985ep2501_2

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
PEDOMAN PENULISAN KAJIAN ILMIAH JURNAL PSIKOLOGI
Penyusunan naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Penulis bisa individu atau tim.
2. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Romans ukuran 11, 2 kolom, spasi
1 pada kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Panjang naskah tidak lebih dari 15 halaman.
3. Naskah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan naskah
dilakukan menurut kriteria yang ditentukan oleh American Psychological Association (APA), yang
tercantum dalam Publication Manual of The American Psychological Association Edisi ke-6, dan kajian
ilmiah Psikodimensia.
4. Naskah dapat dikirim melalui : https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi, disertai dengan biodata
penulis dan alamat korespondensi (alamat kantor, alamat rumah, hp, telpon rumah).
5. Naskah ilmiah yang dikirimkan merupakan hasil penelitian empirik, pengkajian teoritik, maupun
penggabungan antara kedua hal tersebut.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media ilmiah lainnya.
Naskah hasil penelitian (empirik) terdiri dari: judul, abstraksi, kata kunci (key words), pendahuluan,
metode, hasil dan diskusi, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari judul, abstraksi, kata kunci (key words),
pendahuluan, pembahasan, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Penulisan bagian-bagian naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Judul. Judul tidak lebih dari 20 kata.
2. Nama Lengkap Penulis. Nama ditulis lengkap, tanpa singkatan; tanpa gelar.
3. Alamat Penulis. Alamat lengkap dan alamat e-mail penulis dicantumkan.
4. Abstraksi. Abstraksi ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak lebih dari 200 kata.
Abstrak untuk penelitian empirik harus berisi tujuan, subjek penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, hasil penelitian, dan simpulan (dan saran).
Abstrak untuk naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari topik, tujuan, analisis-sintesis,
dan simpulan.
5. Kata Kunci (key words). Paling banyak terdiri dari 5 kata.
6. Pendahuluan. Menjelaskan latar belakang dan masalah penelitian.
7. Metode. Menjelaskan karakteristik responden penelitian dan metode pengumpulan dan analisis
data.
8. Hasil penelitian. Berisi penjelasan dan pembahasan hasil penelitian.
9. Diskusi. Membahas implikasi hasil penelitian.
10. Simpulan. Berisi simpulan hasil penelitian.
11. Daftar Pustaka. Memuat sumber rujukan penelitian
