Gambaran Nomophobia Pada Mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nomophobia pada mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian berjumlah 174 orang mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan, yang diperoleh dengan menggunakan teknik incidental sampling. Hasil penelitian deskriptif yang mengumpulkan data dengan menggunakan skala NMP-Q sebanyak 20 item ini menunjukkan bahwa sebanyak 20 orang mahasiswa Universitas HKBP Nommensen mengalami kecenderungan nomophobia rendah (11,5%), 108 orang (62,1%) mahasiswa mengalami kecenderungan nomophobia sedang, dan sebanyak 46 orang mahasiswa (26,4%) mengalami kecenderungan nomophobia tinggi. Dengan demikian, mayoritas mahasiswa Universitas HKBP Nommensen mengalami kecenderungan nomophobia, yaitu suatu kondisi dimana individu merasakan kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan ketika berjauhan dengan smartphone, tidak dapat menghubungi orang lain, kehabisan baterai, tidak terhubung dengan internet, tidak dapat mencari informasi, dan juga tidak dapat melihat sosial media yang dimiliki.
References
Bianchi, A. & Philips, J. G. (2005). Psychological Predictors of Problem Mobile Phone Use. Cyber Psychology and Behavior, 8(1), 39 – 51.
Bilgin, M., Ishikar, A., Bilgin, M., & Kaya, T. (2017). Personality Characteristic as a Predictor of Mobile Phone Addiction on Adolescents. International Journal of Humanities and Social Development Research, 435 – 451.
Bragazzi, N. L. & Puente, G. D. (2014). A proposal for including nomophobia in the new DSM-V. Psychology Research and Behaviour Management, 7, 155-160.
Departemen Pendidikan Indonesi. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Ghozali, I. (2005). Aplikasi analisis multivariate dengan program
SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hartaji, D. A. (2012). Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan Jurusan Pilihan Orangtua. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.
Indonesia’s Hottest Insight. (2014). Survei : 83 Persen Perempuan Indonesia Gunakan Smartphone. Diakses tanggal 22 Januari 2016 dari https://www.nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/survei-83-persen-perempuan-indonesia-gunakan-smartphone/
Mulyar, B. (2016). Dinamika Adaptif Penggunaan Smartphone Mahasiswa Fisip Universitas Airlangga Di Kota Surabaya. AntroUnair, 5(3), 489-503.
Novitasari, D. (2018). Pelatihan Manajemen Diri untuk Menurunkan Nomophobia pada Mahasiswa. Tesis. Universitas Islam Indonesia.
Okoye, C., Nwosu, H., & Obikwelu, V. (2017). Nomophobia among undergraduate : Predictive influence of personality traits. Journal Practicum Psychologia, 7(2), 64 – 74.
Park, N., & Lee, H. (2014). Nature of Youth Smartphone Addiction in Korea. Media Information Research, 51(1), 100-132.
Pavithra, M. B., Madhukumar, S., & Murthy, M. T. S. (2015). A study on nomophobia - mobile phone dependence, among students of a medical college in Bangalore. National Journal of Community Medicine, 6(3), 340-344.
Pradana, P., Muqtadiroh, F., & Nisafani, A. (2016). Perancangan Aplikasi Liva untuk Mengurangi Nomophobia dengan Pendekatan Gamifikasi. Jurnal Teknik ITS, 5(1).
Prasetyo, A., & Ariana, D. A. (2016). Hubungan Antara The Big Five Personality dengan Nomophobia pada Wanita Dewasa Awal. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 5(1).
Rakhmawati, S. (2017). Studi Deskriptif Nomophobia pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development, 14th Edition. New York : McGraw-Hill.
Sarwar, M., & Soomro,T. R. (2013). Impact of smartphone’s on society. European Journal of Scientific Research, 98(2).
Securenvoy. (2012, Februari). 66% Of The Population Suffer From Nomophobia The Fear Of Being Without Their Phone. Diakses pada tanggal 29 Mei 2015 dari https://www.securenvoy.com/blog/2012/02/16/66-of-the-population-suffer-fromnomophobia-the-fear-of-being-without-their-phone/
Sharma, N., Sharma, P., Sharma, N., & Wavare, R. R. (2015). Rising concern of nomophobia amongst Indian medical students. International Journal of Research in Medical Sciences, 3(3), 705-707.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Ting Mobile. (2019, Juli). 55% Of Mobile Phone Users Plan To Keep Their Devices For 3-5 years. Diakses pada tanggal 22 Agustus 2019 dari https://www.thenextweb.com/plugged/2019/08/22/55-of-mobile-phone-users-plan-to-keep-their-devices-for-3-5-years/
Widyastuti, D., & Muyana, S. (2018). Potret Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) di Kalangan Remaja. Jurnal Fokus Konseling, 4(1), 62 – 71.
Yildirim, C. (2014). Exploring The Dimensions Of Nomophobia: Developing And Validating A Questionnaire Using Mixed Methods Research. Graduate Theses and Dissertations. Iowa State University.
Yildirim, C., & Correia, A. P. (2015). Exploring the dimensions of nomophobia: Development and validation of a self-reported questionnaire. Computers in Human Behavior, 49, 130-137.
Yusuf, A. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta : Kencana.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
PEDOMAN PENULISAN KAJIAN ILMIAH JURNAL PSIKOLOGI
Penyusunan naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Penulis bisa individu atau tim.
2. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Romans ukuran 11, 2 kolom, spasi
1 pada kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Panjang naskah tidak lebih dari 15 halaman.
3. Naskah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan naskah
dilakukan menurut kriteria yang ditentukan oleh American Psychological Association (APA), yang
tercantum dalam Publication Manual of The American Psychological Association Edisi ke-6, dan kajian
ilmiah Psikodimensia.
4. Naskah dapat dikirim melalui : https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi, disertai dengan biodata
penulis dan alamat korespondensi (alamat kantor, alamat rumah, hp, telpon rumah).
5. Naskah ilmiah yang dikirimkan merupakan hasil penelitian empirik, pengkajian teoritik, maupun
penggabungan antara kedua hal tersebut.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media ilmiah lainnya.
Naskah hasil penelitian (empirik) terdiri dari: judul, abstraksi, kata kunci (key words), pendahuluan,
metode, hasil dan diskusi, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari judul, abstraksi, kata kunci (key words),
pendahuluan, pembahasan, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Penulisan bagian-bagian naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Judul. Judul tidak lebih dari 20 kata.
2. Nama Lengkap Penulis. Nama ditulis lengkap, tanpa singkatan; tanpa gelar.
3. Alamat Penulis. Alamat lengkap dan alamat e-mail penulis dicantumkan.
4. Abstraksi. Abstraksi ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak lebih dari 200 kata.
Abstrak untuk penelitian empirik harus berisi tujuan, subjek penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, hasil penelitian, dan simpulan (dan saran).
Abstrak untuk naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari topik, tujuan, analisis-sintesis,
dan simpulan.
5. Kata Kunci (key words). Paling banyak terdiri dari 5 kata.
6. Pendahuluan. Menjelaskan latar belakang dan masalah penelitian.
7. Metode. Menjelaskan karakteristik responden penelitian dan metode pengumpulan dan analisis
data.
8. Hasil penelitian. Berisi penjelasan dan pembahasan hasil penelitian.
9. Diskusi. Membahas implikasi hasil penelitian.
10. Simpulan. Berisi simpulan hasil penelitian.
11. Daftar Pustaka. Memuat sumber rujukan penelitian
