KECERDASAN MAJEMUK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
Abstract
Multiple Intelligence and Its Implications in Education. Dr. Howard Gardner developed the Multiple Intelligence theory which is able to provide a new theory with several types of intelligence that can reflect the way of interacting in the world. Gardner rejects the notion that human knowledge is one unit and that individuals only have a single intelligence. There are nine types of multiple intelligences put forward by Gardner, including: linguistic intelligence, logical-mathematical intelligence, visual intelligence, musical intelligence, kinesthetic intelligence, interpersonal intelligence, intrapersonal intelligence, and naturalist intelligence, existential intelligence. The theory of multiple intelligences is able to have a positive influence in learning, such as making teachers develop learning methods, providing optimal learning outcomes and being able to make children not feel bored while learning.
References
Chatib, Munif. 2010. "Sekolahnya Manusia, Sekolah Berbasis Multiple Intelligence di Indonesia". cet ke-1. Bandung: Kaifa. h. 89.
Dalyono. 2007. "Psikologi Pendidikan". Cet ke-1. Jakarta: Rineka Cipta. h. 188
Hamzah, Amir. 2009. “Dan Implikasinya Terhadap Pengelolaan.” Tadris 4(2):251-61.
Hanafi. 2016. “Pemilihan Profesi Berdasarkan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence).” Jurnal Kajian Keislaman 3(1):1–20.
Jasmine, Julia. "Panduan Praktis Mengajar Berbasis Kecerdasan Majemuk" Cet ke-1 (Bandung: Nuansa, 2007), h. 13.
Musfiroh, Tadkiroatun. 2010. “Hakikat Kecerdasan Majemuk ( Multiple Intelligences ).” 1-60.
Kadek,Suarca Soetjiningsih, Iga.Endah Ardjana. 2005. “Kecerdasan Majemuk Pada Anak.” Sari Pediatri 7(2):85–92.
Siregar, Lina Mayasari. 2013. "Penerapan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Bunayya Padangsidimpuan". Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara Medan.
Syarifah. 2019. “Konsep Kecerdasan Majemuk Howard Gardner Syarifah.” Jurnal Ilmiah Sustainable 2(2):176–97.
Utami, Sri Weni. 2019. “Multiple Intelligences : Platform Global Paling Efektif Untuk Pendidikan Abad Ke-21 Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran.” Pp. 251–57 In Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Pendidikan 2019 Fakultas Pendidikan Psikologi. Malang.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
PEDOMAN PENULISAN KAJIAN ILMIAH JURNAL PSIKOLOGI
Penyusunan naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Penulis bisa individu atau tim.
2. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Romans ukuran 11, 2 kolom, spasi
1 pada kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Panjang naskah tidak lebih dari 15 halaman.
3. Naskah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan naskah
dilakukan menurut kriteria yang ditentukan oleh American Psychological Association (APA), yang
tercantum dalam Publication Manual of The American Psychological Association Edisi ke-6, dan kajian
ilmiah Psikodimensia.
4. Naskah dapat dikirim melalui : https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi, disertai dengan biodata
penulis dan alamat korespondensi (alamat kantor, alamat rumah, hp, telpon rumah).
5. Naskah ilmiah yang dikirimkan merupakan hasil penelitian empirik, pengkajian teoritik, maupun
penggabungan antara kedua hal tersebut.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media ilmiah lainnya.
Naskah hasil penelitian (empirik) terdiri dari: judul, abstraksi, kata kunci (key words), pendahuluan,
metode, hasil dan diskusi, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari judul, abstraksi, kata kunci (key words),
pendahuluan, pembahasan, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Penulisan bagian-bagian naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Judul. Judul tidak lebih dari 20 kata.
2. Nama Lengkap Penulis. Nama ditulis lengkap, tanpa singkatan; tanpa gelar.
3. Alamat Penulis. Alamat lengkap dan alamat e-mail penulis dicantumkan.
4. Abstraksi. Abstraksi ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak lebih dari 200 kata.
Abstrak untuk penelitian empirik harus berisi tujuan, subjek penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, hasil penelitian, dan simpulan (dan saran).
Abstrak untuk naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari topik, tujuan, analisis-sintesis,
dan simpulan.
5. Kata Kunci (key words). Paling banyak terdiri dari 5 kata.
6. Pendahuluan. Menjelaskan latar belakang dan masalah penelitian.
7. Metode. Menjelaskan karakteristik responden penelitian dan metode pengumpulan dan analisis
data.
8. Hasil penelitian. Berisi penjelasan dan pembahasan hasil penelitian.
9. Diskusi. Membahas implikasi hasil penelitian.
10. Simpulan. Berisi simpulan hasil penelitian.
11. Daftar Pustaka. Memuat sumber rujukan penelitian
