Quof work life (QWL) in terms of Organizational culture on employees at PT. Bank Mayapada International, Tbk Medan City
Abstract
This study aim to examine the relationship between organizational culture and quality of work life. Subjects of this study are employees at PT. Bank Mayapada International, Tbk as many as 109 people using total sampling method. Data are obtained from scale to measure organizational culture and quality of work life. The calculation is performed through the analysis prerequisite test (assumption test) that consists of normality test of distribution and linearity test of relationship. Data analysis used is Product Moment correlation through SPSS 17 for Windows. Result of this study show a correlation coefficient of 0.704 with p 0.000 (p < 0.05). It shows there is a positive relationship between organizational culture and quality of work life. Organizational culture is one of the factors that affect quality of work life with contribution of (R2) 49.6 percent and the remaining of 50.4 percent is affected by other factors not examined. In conclusion, the hypothesis of there is a positive relationship between organizational culture and quality of work life can be accepted.
References
Baleghizadeh, D., & Gordani, Y. 2012. Motivation and Quality of Work Life among Secondary School EFL Teachers. Australian Journal of Teacher Education, Volume 37, Issue 7. Diakses pada tanggal 25 April 2018 dari hhtp://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.1032.9382&rep=rep1&type=pdf
Barzegar, M., Afzal, E., Tabibi, S. J., Delgoshaei, B., & Koochakyazdi, S. 2012. Relationship between Leadership Behaviour, Quality of Work Life and Human Resources Productivity: Data from Iran. International Journal of Hospital Research 2012, Vol. 1, No. 1, pp. 1-14. Diakses pada 25 April 2018 dari http://www.sid.ir/En/Journal/ViewPaper.aspx?ID=287564
Bennett, N. B. 1994. Perencanaan Pembinaan Tenaga Kerja Perusahaan. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo
Budisantoso, T., & Sigit. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
Flippo, F. B. 2005. Manajemen Personalia. Jakarta: Erlangga
Harrington, S. J., & Santiago, J. 2006. Organizational Culture and Telecommuters' Quality of Work Life and Professional Isolation. Communications of the IIMA Volume 6, Issue 3, 2006. Diakses pada tanggal 25 April 2018 dari http://scholarworks.lib.csusb.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1320&context=ciima
Korunka, C., & Hoonakker, P. L. T. 2014 The Impact of ICT on Quality of Working Life. Dordrecht. The Netherlands: Springer.
Luthans, F. 2006. Perilaku Organisasi Edisi 10. Yogyakarta: Andi Publisher.
McShane., & Glinow, V. 2009. Organizational Behavior Second Edition. New York: McGraw Hill
Mensah, A. O., & Lebbaeus, A. 2013. The Influence of Employees' Self-Efficacy on Their Quality of Work Life: The Case of Cape Coast, Ghana. International Journal of Business and Social Science Vol. 4 No. 2; February 2013. Diakses pada tanggal 25 April 2018 dari http://www.ijbssnet.com/journals/Vol_4_No_2_February_2013/21.pdf
Nafei, W. 2015. The Role of Job Embeddedness on Quality of Work Life and Organizational Citizenship Behavior: A Study on Menoufia University Hospitals. International Journal of Business and Management; Vol. 10, No. 4; 2015, ISSN 1833-3850 E-ISSN 1833-8119. Diakses pada tanggal 25 April 2011 dari http://ccsenet.org/journal/index.php/ijbm/article/view/46746
Nazari, S., Tojari, F., & Esmaeili, M. R. 2014. The Relationship between Mental Health with Job Stress, Quality of Work Life, and Self-efficacy among Referees. International Journal of Sport Studies. Vol., 4 (5), 531-539, 2014. Diakses pada tanggal 25 April 2018 dari https://pdfs.semanticscholar.org/6773/67a1b7ea1b7d9fa19aec67e445bb55c28612.pdf
Nazem, F., & Entezari, M. S. 2014. Prediction of Employee Quality of Work Life Based on The Leadership Styles (Transformational And Transactional) At The Ministry Of Education. Indian Journal of Fundamental and Applied Life Sciences Vol. 4 (S4), 2014, pp. 3365-3369. Diakses pada tanggal 25 April 2018 dari http://www.cibtech.org/sp.ed/jls/2014/04/JLS-391-S4-402-20.pdf
Notoatmodjo, S. 2015. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Schein, E. H. 2010. Organizational Culture And Leadership, 4th Edition. San Francisco: Jossey-Bass
Sumarsono, H. M. S. 2004. Metode Riset Sumber Daya Manusia. Jember: Graha Ilmu.
Sunarto, S. 2004. MSDM STRATEGIK. Yogyakarta: AMUS Yogyakarta
Sutrisno, E. 2011. Budaya Organisasi. Jakarta. Kencana
PEDOMAN PENULISAN KAJIAN ILMIAH JURNAL PSIKOLOGI
Penyusunan naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Penulis bisa individu atau tim.
2. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Romans ukuran 11, 2 kolom, spasi
1 pada kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Panjang naskah tidak lebih dari 15 halaman.
3. Naskah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan naskah
dilakukan menurut kriteria yang ditentukan oleh American Psychological Association (APA), yang
tercantum dalam Publication Manual of The American Psychological Association Edisi ke-6, dan kajian
ilmiah Psikodimensia.
4. Naskah dapat dikirim melalui : https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi, disertai dengan biodata
penulis dan alamat korespondensi (alamat kantor, alamat rumah, hp, telpon rumah).
5. Naskah ilmiah yang dikirimkan merupakan hasil penelitian empirik, pengkajian teoritik, maupun
penggabungan antara kedua hal tersebut.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media ilmiah lainnya.
Naskah hasil penelitian (empirik) terdiri dari: judul, abstraksi, kata kunci (key words), pendahuluan,
metode, hasil dan diskusi, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari judul, abstraksi, kata kunci (key words),
pendahuluan, pembahasan, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Penulisan bagian-bagian naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Judul. Judul tidak lebih dari 20 kata.
2. Nama Lengkap Penulis. Nama ditulis lengkap, tanpa singkatan; tanpa gelar.
3. Alamat Penulis. Alamat lengkap dan alamat e-mail penulis dicantumkan.
4. Abstraksi. Abstraksi ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak lebih dari 200 kata.
Abstrak untuk penelitian empirik harus berisi tujuan, subjek penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, hasil penelitian, dan simpulan (dan saran).
Abstrak untuk naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari topik, tujuan, analisis-sintesis,
dan simpulan.
5. Kata Kunci (key words). Paling banyak terdiri dari 5 kata.
6. Pendahuluan. Menjelaskan latar belakang dan masalah penelitian.
7. Metode. Menjelaskan karakteristik responden penelitian dan metode pengumpulan dan analisis
data.
8. Hasil penelitian. Berisi penjelasan dan pembahasan hasil penelitian.
9. Diskusi. Membahas implikasi hasil penelitian.
10. Simpulan. Berisi simpulan hasil penelitian.
11. Daftar Pustaka. Memuat sumber rujukan penelitian
