PERAN SOCIAL MATURITY DALAM MEMBANGUN SCHOOL READINESS PADA MURID PRASEKOLAH KAYATA SCHOOL BERASTAGI
Abstract
This study aims to see how the readiness of preschool children to enter primary school, especially their social maturity. The subjects of the study were 15 Berastagi Kayata School preschoolers aged four to seven year old. Data was taken with the Nijmeegse Schoolbekwaamheidstest (NST) test to obtain a picture of children's school readiness and the Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS) to look more specifically at a child's social maturity. The research data were analyzed descriptively with a quantitative approach. The results obtained in this study are as the chronological age of Kayata School preschoolers become more mature, they are intellectually ready to enter elementary school. But socially and emotionally, their readiness is still not optimal to be able to participate in learning activities in elementary schools.
References
Afifah & Susari. (2017). Kematangan Sosial Untuk Menunjang Kesiapan Anak Memasuki Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian.
Chaplin, J.P. (1989). Dictionary of Psychology. New York: Dell Publishing Co.
Doll, F.A. (1965). Vineland Social Maturity Scale. American Gudance Service: Condensed Manual of Direction Minnesota.
Fantuzzo, J.W., Bulotsky-Shearer, R., Fusco, R.A., dan McWayne, C. (2005). An Investigation of Preschool Clasroom Behavioral Adjustment Problems and Social-Emotional School Readiness Competencies. Early Childhood Research Quarterly 20 (2005), hal 259-275.
Gullota, T.P, Bloom, M., Gullota, C.F, & Messina, J.C. (2009). A Blueprint for Promoting Academic and Social Competence in After School Programs. Springer Science Business Media, LLC. ISBN; 978-0-387-79919-3. doi: http://doi.org/10.1007/978-0-387-79920-9
Haditono, S.R. (1986). Pengasuhan Anak Menuju Kesiapan Masuk Sekolah Dasar (SD). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Hurlock, E.B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Ke-5. Jakarta: Erlangga.
Larsen, M., Hite, & Hart. (1983). The effects of Preschool On Educationally Advantages Children First Phase Of a Longitudinal Study. Bringham Young University. Journal Intelligence 7, 345-352. doi: http://doi.org/10.1016/0160-2896(83)90009-0
Lerner, J.W. (1997). Learning Disabilities: Theories, Diagnosis, and Teaching Strategies 7th Edition. Boston: Houghton Mifflin Co.
Matson, L. & Jhonny. (2011). International Handbook Of ASD And Pervasive Developmental Disorder. USA: Scott, Foresman and Company.
Novitawati. (2013). Kesiapan Sekolah Anak Taman Kanak-kanak Berbasis Model Pembelajaran Sentra (Studi Kualitatif di Taman Kanak-kanak Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Tahun 2011). Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 7, Edisi 1 April 2013 Hal 109-132.
Sembiring, R.A. (2013). Kesiapan Masuk Sekolah Dasar Ditinjau Dari NST, Emosi, dan Sosial. Proceeding Temu Ilmiah Nasional Pendidikan Anak Usia Dini 2012: Identifikasi Perkembangan Psikologis Anak Usia Dini. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Sparrow, S., Bella, D. & Cicchetti, D. (1984). Vineland Adaptive Behavior Scales. Circle Pines, MN: American Guidance Services.
Sudaryono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sulistyaningsih, W. (2005). Kesiapan Bersekolah Ditinjau Dari Jenis Pendidikan Pra Sekolah Anak dan Tingkat Pendidikan Orangtua. Psikologia Volume I, Edisi Juni 2005 No. 1, Hal 1-8.
Syah, M. (1997). Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru: Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
UNICEF. (2012). School Readiness, a Conceptual Framework. New York: UNICEF.
PEDOMAN PENULISAN KAJIAN ILMIAH JURNAL PSIKOLOGI
Penyusunan naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Penulis bisa individu atau tim.
2. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Romans ukuran 11, 2 kolom, spasi
1 pada kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Panjang naskah tidak lebih dari 15 halaman.
3. Naskah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan naskah
dilakukan menurut kriteria yang ditentukan oleh American Psychological Association (APA), yang
tercantum dalam Publication Manual of The American Psychological Association Edisi ke-6, dan kajian
ilmiah Psikodimensia.
4. Naskah dapat dikirim melalui : https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi, disertai dengan biodata
penulis dan alamat korespondensi (alamat kantor, alamat rumah, hp, telpon rumah).
5. Naskah ilmiah yang dikirimkan merupakan hasil penelitian empirik, pengkajian teoritik, maupun
penggabungan antara kedua hal tersebut.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media ilmiah lainnya.
Naskah hasil penelitian (empirik) terdiri dari: judul, abstraksi, kata kunci (key words), pendahuluan,
metode, hasil dan diskusi, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari judul, abstraksi, kata kunci (key words),
pendahuluan, pembahasan, simpulan (dan saran), dan daftar pustaka.
Penulisan bagian-bagian naskah dilakukan menurut ketentuan sebagai berikut:
1. Judul. Judul tidak lebih dari 20 kata.
2. Nama Lengkap Penulis. Nama ditulis lengkap, tanpa singkatan; tanpa gelar.
3. Alamat Penulis. Alamat lengkap dan alamat e-mail penulis dicantumkan.
4. Abstraksi. Abstraksi ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak lebih dari 200 kata.
Abstrak untuk penelitian empirik harus berisi tujuan, subjek penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, hasil penelitian, dan simpulan (dan saran).
Abstrak untuk naskah nonpenelitian (pengkajian teoritik) terdiri dari topik, tujuan, analisis-sintesis,
dan simpulan.
5. Kata Kunci (key words). Paling banyak terdiri dari 5 kata.
6. Pendahuluan. Menjelaskan latar belakang dan masalah penelitian.
7. Metode. Menjelaskan karakteristik responden penelitian dan metode pengumpulan dan analisis
data.
8. Hasil penelitian. Berisi penjelasan dan pembahasan hasil penelitian.
9. Diskusi. Membahas implikasi hasil penelitian.
10. Simpulan. Berisi simpulan hasil penelitian.
11. Daftar Pustaka. Memuat sumber rujukan penelitian
