https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/issue/feed Jurnal Ilmiah Peternakan 2026-08-01T20:59:58+07:00 Juli Mutiara Sihombing [email protected] Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmiah Peternakan (JIP)</strong> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas HKBP Nommensen. Jurnal ini sebagai sarana publikasi karya ilmiah hasil penelitian mahasiswa, dosen dan praktisi yang berhubungan dengan peternakan. Jurnal Ilmiah Peternakan menerima tulisan artikel yang terkait bidang peternakan berupa hasil penelitian. Frekwensi terbitan Jurnal Imiah Peternakan (JIP) yaitu terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Seluruh Tulisan yang masuk terlebih dahulu di telaah oleh Tim Penyunting untuk memutuskan layak tidaknya untuk dipublikasi.</p> https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2634 PENGARUH PERKAWINAN BANGSA BABI TERHADAP JUMLAH ANAK PERKELAHIRAN BERAT LAHIR DAN BERAT SAPIH DI PETERNAKAN RAKYAT 2026-07-31T23:19:48+07:00 David Valenta Barus [email protected] Untung Pardosi [email protected] Pohan Panjaitan [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perkawinan&nbsp; Antara 3 Bangsa Babi terhadap restasi anak babi&nbsp; dari lahir damai dengan disapih. Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan peternakan rakyat di desa talun kenas kabupaten deli Serdang. Materi yang di gunakan adalah data prestasi anak babi yang diperoleh dari catatan tahun 2010 dan diperoleh dari hasil perkawinan secara partial,diallel,crosa,antara 3 bangsa babi yaitu bangsa babi Duroc, landrace dan Yorkshire. D x L, D x Y,L x Y. Parameter yang diamati yaitu jumlah anak perkelahiran, berat lahir dan berat sapih, data yang diperoleh dianalisis dengan ragam pola rancangan tersaring. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan berpengaruh tidak nyata (P&gt;0.05) terhadap jumlah anak perkelahiran,berat lahir dan berat sapih tapi tidak berpengaruh nyata (P&gt;0.05) terhadap berat sapih paritas pada perkawinan DxL, LxY berpengaruh tidak nyata (P&gt;0.05) terhadap jumlah perkelahiran,berat lahir dan berat sapi paritas pada perkawinan DxL, DxL, LxY. Masing-masing adalah 6.91 %, 7.42% dan 7.55% untuk jumlah anak disapih 6.47%, 6.52% dan 6.80% dan jumlah anak perkelahiran 6.91%, 0.85% dan 6.84%. Nilai dengan Gineral “Combinung Ability” dari jumlah anak&nbsp; perkelahiran,berat lahir dan berat sapih yang tertinggi pada perkawinan DxL dari berat sapih YxL.</p> 2026-07-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2635 PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes) YANG DI FERMENTASI DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP PEFORMANS AYAM KUB UMUR 8 SAMPAI 75 HARI 2026-07-31T23:36:56+07:00 Enriko Fermi Hutaraja [email protected] Untung Pardosi [email protected] Pohan Panjaitan [email protected] <p>Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes) </em>Yang Di Fermentasi Dalam Ransum Komersial Terhadap Peformans Ayam Kub Umur 8 Sampai 75 Hari’’ Penelitian ini bertujuan untuk&nbsp; mengetahuhi berapa besar pengaruh pemberian tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> dalam ransum terhadap peformans ayam KUB dan untuk mengetahui level pemberian tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> terbaik dalam&nbsp;&nbsp; ransum ayam kub umur 7-75 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan (t). Perlakuan yang diuji adalah antara lain : (1) P0 =100% ransum komersial + 0% tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> (2) P1 = 98% ransum komersial + 2% tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> (3) P2 = 96% ransum komersial + 4% tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> (4) P3 = 92% ransum komersial + 6% tepung Daun Eceng Gondok (<em>Eichornia Crassipes)</em> dan masing-masing memiliki lima ulangan (r). Setiap ulangan diisi dengan lima ekor Ayam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dengan Pemberian tepung&nbsp; daun eceng gondok fermentasi EM4 dan molase dengan perlakuan 0 %, 2%, 4 %, dan 6 % tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan ayam KUB umur 75 hari hal ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun eceng gondok fermentasi EM4 dan&nbsp; molase hingga 6% dalam ransum tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap produksi ayam KUB selama periode pemeliharaan 75 hari.</p> 2026-07-31T23:36:56+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2638 PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) FERMENTASI DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS DAN PERSENTASE KARKAS AYAM LOKAL SIMALUNGAN PADA UMUR 10 MINGGU 2026-08-01T20:56:47+07:00 Leo Waldi Sianturi [email protected] Pohan Panjaitan [email protected] Juli Mutiara Sihombing, S.Pt., M.Pt [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun singkong <em>(Manihot utilissima)</em> fermentasi dalam ransum komersil terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam lokal simalungun umur 10 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (t) yang terdiri dari P0 = 100 % ransum komersil + 0 % tepung daun singkong fermentasi, P1 = 96 % ransum komersial + 4 % tepung daun singkong fermentasi, P2 = 92 % ransum komersil + 8 % tepung daun singkong fermentasi, P3 = 88 % ransum komersial + 12 % tepung daun singkong fermentasi, dan masing-masing memiliki 5 ulangan (r). Parameter yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun singkong <em>(Manihot Utilissima)</em> fermentasi dalam ransum komersil pada ayam lokal Simalungun umur 10 minggu berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap bobot, potong, bobot karkas dan persentase karkas. Penambahan tepung daun singkong fermentasi dalam ransum komersil hingga level 12 % dapat digunakan sebagai pakan alternatif dalam ransum komersil karena penggunaannya berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam lokal Simalungun umur 10 minggu.</p> 2026-07-31T23:52:58+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2636 PENGARUH MEDIA TUMBUH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DENSITAS MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) 2026-08-01T20:59:58+07:00 Lia Monica Br Ginting [email protected] Hasan Sitorus [email protected] Juli Mutiara Sihombing, S.Pt., M.Pt [email protected] <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tumbuh yang berbeda terhadap pertumbuhan maggot (<em>Hermetia illucens</em>). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga jumlahnya 20 box perlakuan dengan masing – masing box diberi 1 gram telur maggot. Perlakuan yang digunakan adalah media tumbuh yang berbeda yaitu P0 : Feses sapi (100%), P1 :&nbsp; sampah organik (75%) + feses&nbsp; sapi (25%), P2 : Sampah organik(50%) + feses sapi (50%), P3 : Sampah organik &nbsp;(25%) + feses sapi&nbsp; (75%) . Parameter yang diamati terdiri&nbsp; densitas populasi maggot, bobot maggot dan panjang tubuh maggot. Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pemberian media tumbuh yang berbeda memberikan pengaruh terhadap densitas populasi maggot , bobot maggot, namun tidak pada panjang tubuh maggot&nbsp; <em>Hermetia illucens. </em>Pemberian kombinasi&nbsp;&nbsp;&nbsp; media tumbuh (sampah organik &nbsp;(25%) + feses sapi&nbsp; (75%) memberikan pengaruh terhadap&nbsp; densitas populasi maggot (0,91 ekor/cm3) ,bobot maggot/box (912,6 Gram) pada maggot <em>Hermetia illucens.</em></p> 2026-08-01T00:02:24+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2637 PERFORMA KARKAS AYAM PERSILANGAN DAYOK MIRAH BETINA DENGAN JANTAN BERBEDA PADA UMUR 16 MINGGU 2026-08-01T20:08:40+07:00 Poltak Situmeang [email protected] Partogi Hutapea [email protected] Parsaoran Silalahi [email protected] <p>Ayam mirah adalah ayam kampung asli dari kabupaten Simalungun memiliki bobot tubuh yang kecil pada saat mencapai dewasa tubuh sehingga perlu upaya persilangan ayam mirah untuk menghasilkan ayam mirah dengan performa karkas yang lebih baik. Perlakuan penelitian ini adalah ayam mirah dikawinkan dengan ayam mirah (P0), ayam Mirah dikawinkan dengan disilangkan dengan ayam bangkok (P1) dan ayam Mirah dikwainkan dengan ayam Hutan (P2). Setiap perlakuan memiliki 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Pemotongan dilakukan saat ayam berumur 16 minggu dengan 2 ekor ayam diambil dari setiap ulangan. Parameter yang diambil adalah Bobot Potong, Bobot Karkas dan Persentase Karkas. Hasil penelitian menunjukkan persilangan berpengaruh sangat nyata (P&lt;0.01) terhadap Bobot Potong dimana P1 (1.652 gr/ekor) adalah yang tertinggi dan P2 (1.221 gr/e) adalah yang terendah. Demikian juga persilangan berpengaruh sangat nyata (P&lt;0.01) terhadap Bobot Karkas dimana P1 (1.097 gr/ekor) adalah yang tertinggi tetapi tidak ada perbedaan antara P0 (888 gr/e) dan P1 (816 gr/ekor) akan tetapi persilangan tidak berpengaruh (P&gt;0.05) terhadap persentase karkas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan bobot karkas terbaik maka ayam Mirah sebaiknya dikawinkan dengan ayam bangkok.</p> 2026-08-01T20:03:24+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2639 PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI BERBAHAN DASAR FESES TERNAK KERBAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv. Thailand) 2026-08-01T20:32:51+07:00 Roynaldi Banjarnahor [email protected] Partogi Hutapea [email protected] Juli Mutiara Sihombing, S.Pt., M.Pt [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi berbahan dasar feses ternak kerbau terhadap pertumbuhan dan produksi rumput pakchong (<em>pennisetum purpureum </em>cv. thailand). Penelitian dilaksanakan di kebun rumput potong Morrah Farm yang berada di Desa Bahal Batu I, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan lahan dengan luas 45 m<sup>2</sup> yang terdiri dari 20 petak percobaan dengan luas masing-masing petak 50 cm x 100 cm. Jarak tanam rumput adalah 50 cm x 50 cm sedangkan jarak antar petak adalah 100 cm x 100 cm. setiap petak terdiri dari 6 lubang tanam dengan masing-masing lubang ditanam 2 stek rumput sehingga pada penelitian ini digunakan 240 stek rumput pakchong. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0 = tanpa perlakuan, P1 = pupuk bokashi 30 ton/ha (1500 gram/rumpun), P2 = pupuk bokashi 35 ton/ha (1750 gram/rumpun), pupuk bokashi 40 ton/ha (2000 gram/rumpun) masing-masing perlakuan memiliki 5 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar dan berat kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk bokashi berbahan dasar feses ternak kerbau berpengaruh sangat nyata (P&lt;0.01) terhadap tinggi tanaman, berat segar dan berat kering, namun tidak berpengaruh nyata (P&gt;0.05) terhadap jumlah anakan rumput pakchong (<em>P</em><em>ennisetum purpureum </em>cv. thailand).</p> 2026-08-01T20:32:50+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/peternakan/article/view/2640 PERFORMA AYAM HASIL PERSILANGAN BETINA AYAM MIRAH DENGAN RUMPUN JANTAN YANG BERBEDA PADA USIA 0-2 BULAN 2026-08-01T20:46:37+07:00 Tiarmadona Sinaga [email protected] Parsaoran Silalahi [email protected] Partogi Hutapea [email protected] <p>Ayam mirah adalah ayam lokal dari Kabupaten Simalungun. Ayam mirah sebagai sebagai ayam kampunfg memiliki produktif yang rendah sehingga perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa (konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum) ayam hasil persilangan betina ayam mirah dengan rumpun Jantan yang berbeda pada usia 0-2 bulan. Metode penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (t) dan memiliki 4 ulangan (r) Dimana setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam hasil persilangan betina ayam mirah dengan rumpun jantan yang berbeda pada usia 0-2 bulan memberikan pengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian dan konversi ransum, tetapi tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) terhadapn kosumsi ransum, Dimana pertambahan bobot badan harian P1 adalah 16,12 gram/ekor/hari lebih tinggi dari pertambahan bobot badan harian P2 adalah 11,89 gram ekor/hari, dan konversi ransum P1 adalah 2,46 lebih tinggi dari pada konversi ransum P2 adalah 3,20 tetapi tidak berbeda nyata dengan P0 adalah 2,80. Persilangan pejantan ayam bangkok dengan betina ayam mirah sebaiknya dipelihara sebagai ayam pedaging.</p> 2026-08-01T20:46:36+07:00 ##submission.copyrightStatement##