https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/issue/feedSPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING2025-03-27T21:20:31+07:00Richard A. M. Napitupulujournalmechanical@uhn.ac.idOpen Journal Systems<div id="ts-body">SPROCKET Journal of Mechanical Engineering (SJoME) is a scientific journal that contains the publication of research works, design and theoretical studies in the field of mechanical and mechanical engineering, including energy conversion, manufacturing, materials, product design design and technology management. SJoME is published by the Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Engineering, HKBP Nommensen University, Medan, Indonesia. SJoME is published 2 (two) times a year, namely in February and August. <p>SPROCKET Journal of Mechanical Engineering (SJoME) in accordance with the Decree of the Director General of Higher Education, Research, and Technology Number 164 / E / KPT / 2021, dated December 27, 2021 concerning Accreditation Ratings for Scientific Journals period II of 2021, which states that SPROCKET Journal of Mechanical Engineering (SJoME) is accredited by SINTA 5 starting from Vol 1 No. 1 to Vol 5 No. 2.</p> </div>https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/article/view/1806Perancangan Dan Pengujian Alat Pemasak Energi Surya Photovoltaic Kapasitas 2 Liter2025-03-26T12:18:26+07:00Siwan Ediamanta Perangin-anginsiwanedi.perangin@gmail.comWilson Sabastian Nababanwilson.msn40@gmail.comRicholin Hutasoitricholin.hutasoit@uhn.ac.idJoy Lumbanrajajoy.lumbanraja@uhn.ac.id<p><em>The design of this solar cooker aims to utilize solar radiation as an energy source, in cooking ingredients such as indomie and 2 liters of water. To reduce the use of fossil fuels which is increasing day by day. Testing of this solar cooker was carried out on the roof of the Faculty of Mechanical Engineering building, HKBP Nommensen University, Medan. This solar cooker is intended for use by one family and is expected to be used in rural areas where electricity cannot reach. This design is a quantitative research, which calculates the power and capacity of the tool components to be designed by looking at previously existing journals. Equipment testing was carried out to find out how much power and time is needed to cook ingredients such as indomie and water with a capacity of 2 liters. Testing was carried out from 08.00 WIB to 16.00 WIB under sunlight. The conclusion from the design and testing of the Photovoltaic solar cooker is: the efficiency for cooking indomie with one liter of water is 93% and the efficiency for cooking two liters of water is 48%.</em></p>2025-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/article/view/1805Analisa Kebisingan Generator Mesin Screw Press Kapasitas 12 Ton/Jam Dengan Jarak 50cm, 100cm Dan 150cm Arah Longitudional, Vertikal Dan Horizontal Di PT. SOCFIN Indonesia2025-03-26T12:18:26+07:00Suriady Sihombingsuriadyhombing@gmail.comWilson Sabastian Nababanwilson.nababan@uhn.ac.idSiwan Ediamanta Peranginanginsiwanedi@gmail.comMichael Sibaranimichael.sibarani@student.uhn.ac.id<p>Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pengepres kelapa sawit khususnya Generator Mesin Screw Press di pabrik kelapa sawit dapat diukur dengan pengukuran dari beberapa jarak. Dilakukan pada tiga jarak yang berbeda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Langkah pertama menyiapkan sound level meter sebagai alat pendeteksi kebisingan pada mesin Screw Press, kemudian mengukur jarak antara posisi mesin Screw Press dengan sound level meter. Pada langkah selanjutnya kita bisa mengetahui tingkat kebisingan yang terbaca pada sound level meter. Dari 5 kali pengukuran penelitian generator mesin screw press arah longitudional, vertikal dan horizontal maka didapatkan hasil Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada penelitian pengukuran kedua jarak pengukuran 50 cm arah vertikal yaitu 90,2 db. Tingkat kebisingan terendah terdapat pada penelitian pengukuran keempat jarak pengukuran 150 cm arah horizontal yaitu 82.4 db. Sesuai dengan Kapmanker berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada stasiun felt di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Sei Liput melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan Pemerintah Kep- 51/MEN/1999 yaitu 85 dB, disarankan hanya pekerja yang dapat diterima dengan batas waktu 7,5 menit per hari, maka selebihnya mereka diharuskan menggunakan pelindung telinga. nilai rata-rata dari cepat rambat gelombang kebisingan mesin screw press adalah 3,931 m/s.</p>2025-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/article/view/1849Evaluasi Kinerja Mesin Pengering Surya Type Kolektor Pelat Datar Sebagai Pengering Cabai yang Efektif2025-03-26T12:18:26+07:00Roy Lamrun Sianturiroylamrunsianturi@gmail.comWilson Sabastian Nababanwilson.nababan@uhn.ac.idSuriady Sihombingsuriadysihombing@uhn.ac.id<p>Studi ini menyelidiki efektivitas mesin pengering tenaga surya yang memanfaatkan sistem Kolektor Pelat Datar untuk pengeringan cabai. Studi ini bertujuan untuk menilai efisiensi pengering dalam berbagai kondisi lingkungan. Dalam studi ini, bertujuan untuk menilai efisiens dan mengevaluasi kinerja pengering cabai yang memanfaatkan energi matahari dengan sistem kolektor pelat datar Kolektor berukuran 2 meter x 0,8 meter digunakan untuk menangkap energi matahari, yang kemudian dialirkan ke ruang pengeringan berisi tiga rak baja tahan karat. Eksperimen menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan suhu hingga 80°C. Pengukuran radiasi matahari dan kelembaban menunjukkan hubungan erat antara intensitas matahari siang hari dan kondisi pengeringan yang ideal. Laju pengeringan mengikuti pola tipikal pengeringan tenaga surya, dengan fase awal yang cepat diikuti fase yang lebih lambat. Efisiensi pengering mencapai puncaknya pada siang hari. Hasil ini memvalidasi desain pengering sebagai solusi potensial untuk pengeringan hasil pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut akan difokuskan pada optimasi desain dan material.</p>2025-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/article/view/1853Analisa Pengaruh Perubahan dan Pengaturan L/G Terhadap Range, Approach, dan Efektifitas Kinerja Menara Pendingin2025-03-27T21:20:31+07:00Diah Wilis Lestaring Basukiwilisbasuki@gmail.comWahyu Panji Asmorowilisbasuki@gmail.comEko Budi Santosowilisbasuki@gmail.com<p><em>Cooling towers are critical heat exchange systems designed to lower water temperature by dissipating heat into the atmosphere. They are classified into two primary types: natural draft and mechanical draft. Natural draft cooling towers, also known as hyperbolic towers, utilize the temperature gradient between the heated water and the surrounding air to drive airflow without mechanical assistance. In contrast, mechanical draft towers incorporate large fans to enhance air circulation and improve heat dissipation. The interaction between air and water, facilitated by fill material, optimizes heat transfer efficiency by increasing contact time. Evaluating the impact of operational adjustments on key performance metrics, including thermal range, approach, and overall efficiency, is essential for enhancing cooling tower performance. Additionally, these systems can serve as refrigerant coolers in air conditioning applications. </em><em>This study investigates the influence of variations in the liquid-to-gas (L/G) ratio on cooling tower efficiency, with a focus on temperature reduction, thermal range, and approach. Experimental findings demonstrate that adjustments in operational parameters significantly affect these performance indicators. Under the tested conditions, the cooling tower achieved an effectiveness of 70.94%, with a thermal range of 19°C and an approach temperature of 7.8°C.</em></p>2025-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/mechanical/article/view/1597Pengaruh Waktu Pemanasan T6 Terhadap Struktur Mikro, Kuat Tarik, dan Kekerasan Pada Paduan Aluminium Tipe 70752025-03-26T14:24:49+07:00Yoshua Gerry Gunawanyoshuagerry05@gmail.com<p>Telah dilakukan penelitian pengaruh penuaan buatan terhadap kekerasan, kuat Tarik, struktur mikro, dan komposisi unsur kimia pada paduan Al 7075. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proses pemanasan T6 terhadap sifat mekanik khususnya kekerasan dan kuat Tarik pada paduan Al 7075. Pemanasan sintering pada suhu 450°C selama 1 jam. Kemudian di celup cepat dimedia air, selanjutnya pemanasan penuaan buatan pada suhu 210°C dengan waktu penahanan 1 jam dan 20 jam. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan bertambah setelah disintering dan celup cepat, namun terjadi penurunan nilai kekerasan dengan waktu tahan yang lebih lama. Pengujian kuat Tarik pada paduan Al 7075 setelah proses T6 mengalami kuat Tarik yang berkurang dibanding sampel paduan Al 7075 sebelum proses pemanasan. Hasil pengamatan struktur mikro dengan SEM memperlihatkan terjadinya perubahan pasal yang ditandai dengan kenaikan kekerasan dan kuat Tarik<strong>.</strong></p>2025-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##