COMIUSER https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser <p>Jurnal COMIUSER : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIP UHN</p> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Medan en-US COMIUSER 3047-6100 SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI GKPI AIR BERSIH MEDAN KOTA https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2172 <table> <tbody> <tr> <td width="549"> <p><em>Pendidikan karakter peduli lingkungan dilakukan sebagai upaya dalam menanamkan pengetahuan dan akhirnya menjadi budaya dalam hidup masyarakat terutama di lingkungan GKPI Air bersih medan yang menjadi tempat PKM. Tindakan ini diharapkan akan mencegah kerusakan lingkungan dan akan menjadi perbaikan bagi kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Bencana alam yang kian marak terjadi dewasa ini menjadi tanggung jawab kita Bersama maka perlu dilakukan penanaman sikap peduli lingkungan sedini mungkin. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan PKM yang dilakukan tim PKM sekarang ini. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan pelaporan. Pada tahapan pelaksanaan dilakukan sosialisasi pengetahuan akan lingkungan hidup dengan memakai media canva dan video pembelajaran interaktif. Hal ini membawa damapak dan pengaruh yang signifikan, hal ini terlihat dari sesi diskusi yang sangat intens terjadi yang menggambarkan para siswa sudah memahami dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan terlebih menajdi karakter bagi siswa-siswa SD di GKPI air bersih Medan. </em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Erna Helena Tampubolon ##submission.copyrightStatement## 2026-04-30 2026-04-30 3 1 1 6 Penguatan Literasi dan Numerasi Berbasis Pembinaan Iman pada Komunitas Naposo HKBP Garu VIII https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2480 <p>Gereja tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan intelektual jemaat, khususnya bagi generasi muda. Komunitas Naposo di HKBP Garu VIII merupakan generasi penerus gereja yang perlu dibina tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kemampuan literasi dan numerasi. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa minat membaca dan kemampuan literasi anggota Naposo masih rendah serta kemampuan numerasi dalam penerapan praktis seperti pengelolaan kegiatan dan keuangan gereja masih terbatas. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman iman serta menguatkan kemampuan literasi dan numerasi anggota Naposo HKBP Garu VIII. Kegiatan ini melibatkan sekitar anggota Naposo sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui beberapa bentuk kegiatan, yaitu penyuluhan, pelatihan literasi, simulasi numerasi dalam penyusunan anggaran kegiatan gereja, serta diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif peserta dalam memahami firman Tuhan, peningkatan kemampuan membaca dan menganalisis bacaan secara kritis, serta meningkatnya pemahaman peserta dalam menyusun anggaran kegiatan secara terstruktur. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, diskusi reflektif, serta penilaian hasil latihan literasi dan numerasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pembinaan iman dengan penguatan literasi dan numerasi dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk generasi Naposo yang beriman, kritis, dan mampu berpikir logis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.</p> Farmin Malau ##submission.copyrightStatement## 2026-04-30 2026-04-30 3 1 7 10 PENGUATAN EDUKASI, KESEHATAN MENTAL DAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) DI GEREJA HKBP RESORT KWALA BEKALA https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2451 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Gereja HKBP Resort Kwala Bekala dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya edukasi, kesehatan mental, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Februari sampai 1 Maret 2026 dengan melibatkan dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa dari berbagai program studi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, diskusi, serta kegiatan edukatif dan sosial yang melibatkan anak-anak, remaja, dan jemaat gereja. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, meningkatkan semangat belajar, serta menumbuhkan sikap saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan mendapatkan respon yang baik dari jemaat dan masyarakat sekitar serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan, kesehatan mental, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Gereja HKBP Resort Kwala Bekala dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan mental, dan kesadaran sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 9 Februari hingga 1 Maret 2026, melibatkan pengawas lapangan dan mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, konseling, diskusi, serta kegiatan pendidikan dan sosial yang melibatkan anak-anak, remaja, dan jemaat gereja. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, meningkatkan antusiasme untuk belajar, dan menumbuhkan semangat saling peduli dalam kehidupan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari jemaat dan masyarakat sekitar serta berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pendidikan, kesehatan mental, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> Mikael Aprillio Sihombing ##submission.copyrightStatement## 2026-04-30 2026-04-30 3 1 11 15 Membangun Komunitas Belajar Masyarakat untuk Memfasilitasi Pertukaran Pengetahuan dan Pengalaman di Desa Mulio Rejo Kabupaten Deli Serdang https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2311 <p>Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Namun, tantangan dalam dunia pendidikan di berbagai daerah, khususnya di pedesaan, masih menjadi perhatian serius, khususnya di Desa Mulio Rejo, Kabutapen Deli Serdang. Pengabdian ini menggunakan desain pengabdian tindakan&nbsp; partisipatif (<em>Action Research</em>) dengan pendekatan deskriptif. Desain ini dipilih karena tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu masyarakat di Desa Muliorejo dalam membentuk komunitas belajar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pengalaman di Desa Mulio Rejo melalui komunitas belajar yang dibangun</p> Beslina Afriani Siagian ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 3 1 16 20 PENGUATAN KARAKTER REMAJA GEREJA MELALUI PENDEKATAN LITERASI, NUMERASI, DAN PEMBINAAN IMAN UNTUK MENEMUKAN IDENTITAS DIRI MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2449 <p>Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu Implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Kegiatan PkM ini dilakukan di HKBP Moria Resort Medan Baru dengan tujuan untuk memperkuat karakter remaja melalui aktivitas literasi, numerasi, serta pembinaan iman Kristen. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kolaboratif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk anak-anak dan remaja gereja. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dalam belajar, rasa percaya diri, serta pemahaman tentang nilai-nilai karakter di antara para peserta. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dukungan kepada guru sekolah minggu dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam mendukung pembentukan generasi yang cerdas secara akademis, sosial, dan spiritual.</p> <p>&nbsp;</p> Masihol Marito Br. Purba ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 3 1 21 29 P PENGUATAN KARAKTER REMAJA GEREJA HKBP MORIA RESSORT MEDAN BARU BERBASIS ANALISIS KEBUTUHAN https://jurnal.uhn.ac.id/index.php/comiuser/article/view/2443 <p>Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas dan karakter yang rentan terhadap tekanan akademik dan kebingungan arah hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan karakter remaja gereja berdasarkan tekanan psikososial serta kondisi spiritual yang mereka alami. Penelitian dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan melibatkan 30 remaja berusia 13–17 tahun di lingkungan gereja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka. Analisis data dilakukan melalui perhitungan persentase serta interpretasi tematik terhadap jawaban naratif responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik menjadi sumber tekanan utama bagi remaja (46,7%), sementara 46,7% responden belum memiliki tujuan hidup yang jelas. Dalam aspek spiritualitas, mayoritas responden merasa dekat dengan Tuhan (86,7%) dan menilai gereja memiliki peran penting dalam pertumbuhan iman (90%). Namun demikian, disiplin dan kejujuran masih menjadi karakter yang paling sulit dijalankan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara religiusitas afektif dan praktik karakter dalam kehidupan sehari-hari.Berdasarkan analisis kebutuhan, dirancang model intervensi berbasis tiga pilar: pembentukan identitas iman, ketahanan emosi, dan disiplin karakter. Program ini diharapkan memperkuat integrasi iman dan perkembangan psikososial remaja secara holistik dan kontekstual.</p> <p>Kata kunci: penguatan karakter, remaja gereja, krisis identitas, tekanan akademik, ketahanan emosi, pengabdian masyarakat</p> Ratna Enjeli Sinaga ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 3 1 30 34