P PENGUATAN KARAKTER REMAJA GEREJA HKBP MORIA RESSORT MEDAN BARU BERBASIS ANALISIS KEBUTUHAN
Abstract
Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas dan karakter yang rentan terhadap tekanan akademik dan kebingungan arah hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan karakter remaja gereja berdasarkan tekanan psikososial serta kondisi spiritual yang mereka alami. Penelitian dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan melibatkan 30 remaja berusia 13–17 tahun di lingkungan gereja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka. Analisis data dilakukan melalui perhitungan persentase serta interpretasi tematik terhadap jawaban naratif responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik menjadi sumber tekanan utama bagi remaja (46,7%), sementara 46,7% responden belum memiliki tujuan hidup yang jelas. Dalam aspek spiritualitas, mayoritas responden merasa dekat dengan Tuhan (86,7%) dan menilai gereja memiliki peran penting dalam pertumbuhan iman (90%). Namun demikian, disiplin dan kejujuran masih menjadi karakter yang paling sulit dijalankan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara religiusitas afektif dan praktik karakter dalam kehidupan sehari-hari.Berdasarkan analisis kebutuhan, dirancang model intervensi berbasis tiga pilar: pembentukan identitas iman, ketahanan emosi, dan disiplin karakter. Program ini diharapkan memperkuat integrasi iman dan perkembangan psikososial remaja secara holistik dan kontekstual.
Kata kunci: penguatan karakter, remaja gereja, krisis identitas, tekanan akademik, ketahanan emosi, pengabdian masyarakat