Debat Capres Harus Mendidik dan Membangun Nalar Publik

Rektor UHN Medan Dr. Haposan Siallagan, SH, MH dalam sebuah kesempatan dengan Menkumham RI Yasonna H Laoly SH, M.Sc, PhD yang juga Mantan Dekan F. Hukum UHN Mengharapkan Debat Capres memberikan pendidikan politik dan membangun nalar publik

Debat Capres yang akan dilakukan dengan berbagai tema dan topik kita harapkan memberikan pendidikan politik dan membangun nalar bangsa ini, sehingga acara ini mampu meningkatkan kualitas demokrasi kita. Hal itu ditegaskan oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan  menanggapi acara ini. Harapan Rektor UHN Medan dengan adanya debat Capres ini dilakukan dengan transparan, jujur, adil, mengedepankan norma-norma akademik sehingga out put dan out come yang kita harapkan adalah terbangunnya kecerdasan bangsa secara politik dan mampu membangun nalar publik.

Rektor UHN mengatakan dengan adanya debat capres ini budaya literasi akan meningkat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengedepankan budaya literasi, apakah literasi manusia, literasi data, literasi teknologi dan lain sebagainya. Kita harapkan pertanyaan – pertanyaan yang disusun, apakah sudah ada dalam bentuk kisi-kisi adalah pertanyaan yang membangun, memberikan solusi (problem solving), memberikan pendidikan politik. Untuk itu, moderator yang membawakan acara ini kita harapkan adalah moderator yang mampu mengeksploitasi gagasan – gasasan cerdas dari kedua capres ini.

Bertarung dengan gagasan dan ide adalah yang kita harapkan. Ide-ide atau gagasan orisinil dari kedua capres ini sangat kita harapkan sebagai bagian dari upaya untuk membangun bangsa kita. Kita harapkan melalui debat ini, masyarakat memperoleh informasi cerdas dan masukan yang mengonstruksi. Masyarakat sebagai wasit dapat melihat mana capres  yang mengedepankan gagasan dan ide. Saatnya budaya ilmiah kita tumbuhkan di negara ini karena dengan budaya ilmiah, era kemajuan jaman bisa kita respon. Saat ini kita mengenal revolusi 4.0. maka masyarakat haruslah cerdas dalam segala hal, dan pemimpin mampu memberikan solusi bagaimana menghadapi era revolusi 4.0 yang saat ini berkembang, tegas Rektor UHN Medan yang juga sangat ahli dalam bidang Hukum Tata Negara ini.

Sementara Dekan FISIP UHN Medan Drs. Maringan Panjaitan, M.Si  menegaskan kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh gagasan politik yang membangun. Untuk itu, saatnya semua calon pemimpin, apakah Presiden sampai kepala daerah harus mampu mengedepankan pendidikan politik. Cerdas secara politik adalah budaya yang ingin kita bangun. Untuk itu, saatnya parpol memberikan pendidikan politik yang baik dengan tujuan meningkatkan peradaban demokrasi kita.

Pada saat yang sama Pengajar FISIP UHN Drs. Charles M. Sianturi, MSBA  dan Kaprodi Pascasarjana MM UHN Medan Prof. Dr. Pasaman Silaban, MSBA yang pernah kuliah di  University Of Illinois at Urbana  Champaign Amerika Serikat mengatakan, budaya debat di Amerika adalah hal biasa dan dari debat ini masyarakat mendapatkan pendidikan politik dan informasi mengenai kualitas capres. Kita harapkan debat capres ini bisa mengadopsi nilai –nilai debat capres di Amerika Serikat dalam rangka pendidikan politik yang berkualitas dan kemajuan demokrasi di negara ini, tegas Drs. Charles M. Sianturi, MSBA dan Prof. Dr Pasaman Silaban, MSBA.

 

.